SEKOLAH DASAR NEGERI LEUWIGAJAH 3

Jln Kerkof No 30 A Kel. Leuwigajah Kota Cimahi Tlp 022 667 7460

Translate

Wednesday, July 18, 2012

Pencernaan Pada Manusia

 Organ-Organ Pencernaan
Proses pencernaan merupakan suatu proses yang melibatkan organ-organ pencernaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan. Antara proses dan organ-organ serta kelenjarnya merupakan kesatuan sistem pencernaan. Sistem pencernaan berfungsi memecah bahan-bahan makanan menjadi sari-sari makanan yang siap diserap dalam tubuh.
  1. Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam seperti berikut.Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan yang terjadi di lambung.
  2. Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang ber molekul besar menjadi molekul yang berukuran kecil.
Makanan mengalami proses pencernaan sejak makanan berada di dalam mulut hingga proses pengeluaran sisa-sisa makanan hasil pencernaan. Adapun proses pencernaan makanan meliputi hal-hal berikut.
1.      Ingesti: pemasukan makanan ke dalam tubuh melalui mulut
2.      Mastikasi: proses mengunyah makanan oleh gigi.
3.      Deglutisi: proses menelan makanan di kerongkongan.
4.      Digesti: pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim, terdapat di lambung.
5.      Absorpsi: proses penyerapan, terjadi di usus halus.
6.      Defekasi: pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh melalui anus

Saat melakukan proses-proses pencernaan tersebut diperlukan serangkaian alat-alat pencernaan sebagai berikut.

Mulut
Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut.
Makanan ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi. Di dalam mulut, terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah  (glandula salivales).

Gigi
Pada manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Di sini, gigi membantu memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih efisien dan cepat. Selama pertumbuhan dan perkembangan, gigi manusia mengalami perubahan, mulai dari gigi susu dan gigi tetap (permanen). Gigi pertama pada bayi dimulai saat usia 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu (dens lakteus). Pada anak berusia 6 tahun, gigi berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut.
1) Gigi seri (dens insisivus), berjumlah 8 buah, berfungsi memotong makanan.
2) Gigi taring (dens caninus), berjumlah 4 buah, berfungsi merobek makanan.
3) Gigi geraham kecil (dens premolare), berjumlah 8 buah, berfungsi mengunyah makanan.

Struktur luar gigi terdiri
atas bagian-bagian berikut.
1) Mahkota gigi (corona) merupakan bagian yang tampak dari luar.
2) Akar gigi (radix) merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
3) Leher gigi (colum) merupakan bagian yang terlindung oleh gusi.
Adapun penampang gigi dapat diperlihatkan bagian-bagiannya sebagai berikut.
  • Email (glazur atau enamel) merupakan bagian terluar gigi. Email merupakan struktur terkeras dari tubuh, mengandung 97% kalsium dan 3% bahan organik.
  • Tulang gigi (dentin), berada di sebelah dalam email, tersusun atas zat dentin.
  • Sumsum gigi (pulpa), merupakan bagian yang paling dalam. Di pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan saraf.
  • Semen merupakan pelapis bagian dentin yang masuk ke rahang.
Lidah
Lidah dalam sistem pencernaan berfungsi untuk membantu mencampur dan menelan makanan, mempertahankan makanan agar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah saat makanan dikunyah serta sebagai alat perasa makanan. Lidah dapat berfungsi sebagai alat perasa makanan karena mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa. Lidah tersusun atas otot lurik dan permukaannya dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir (mukosa).

Kelenjar ludah
Terdapat tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut, yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis atau glandula submandibularis. Agar Anda mengenali letak ketiga kelenjar ludah tersebut.
Air ludah berperan penting dalam proses perubahan zat makanan secara kimiawi yang terjadi di dalam mulut. Setelah makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi, air ludah berperan secara kimiawi dalam proses membasahi dan membuat makanan menjadi lembek agar mudah ditelan. Ludah terdiri atas air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini menguraikan pati dalam makanan menjadi gula sederhana (glukosa dan maltosa). Makanan yang telah dilumatkan dengan dikunyah dan dilunakkan di dalam mulut oleh air liur disebut bolus. Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan selanjutnya.
Kerongkongan (Esofagus)
Kerongkongan merupakan saluran panjang (± 25 cm) yang tipis sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung. Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari mulut menuju lambung. Bagian dalam kerongkongan senantiasa basah oleh cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding
kerongkongan untuk menjaga agar bolus menjadi basah dan licin. Keadaan ini akan mempermudah bolus bergerak melalui kerongkongan menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan Gerak peristaltik dapat terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara memanjang dan melingkar. Proses gerak bolus di dalam kerongkongan menuju lambung. Sebelum seseorang mulai makan, bagian belakang mulut (atas) terbuka sebagai jalannya udara dari hidung. Di kerongkongan, epiglotis yang seperti gelambir mengendur sehingga udara masuk ke paru-paru. Ketika makan, makanan dikunyah dan ditelan masuk ke dalam kerongkongan. Sewaktu makanan bergerak menuju kerongkongan, langit-langit lunak beserta jaringan mirip gelambir di bagian belakang mulut (uvula) terangkat ke atas dan menutup saluran hidung. Sementara itu, sewaktu makanan bergerak ke arah tutup trakea, epiglotis akan menutup sehingga makanan tidak masuk trakea dan paru-paru tetapi makanan tetap masuk ke kerongkongan.
Lambung
Lambung merupakan saluran pencernaan yang berbentuk seperti kantung, terletak di bawah sekat rongga badan. Anda dapat mengetahui bahwa lambung terdiri atas tiga bagian sebagai berikut.
  • Bagian atas disebut kardiak, merupakan bagian yang berbatasan dengan esofagus
  • Bagian tengah disebut fundus, merupakan bagian badan atau tengah lambung
  • Bagian bawah disebut pilorus, yang berbatasan dengan usus halus.
Daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan terdapat otot sfinkter kardiak yang secara refleks akan terbuka bila ada bolus masuk. Sementara itu, di bagian pilorus terdapat otot yang disebut sfinkter pilorus. Otot-otot lambung ini dapat berkontraksi seperti halnya otot-otot kerongkongan. Apabila otot-otot ini berkontraksi, otot-otot tersebut menekan, meremas, dan mencampur bolus-bolus tersebut menjadi kimus (chyme). Sementara itu, pencernaan secara kimiawi dibantu oleh getah lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak pada dinding lambung di bawah fundus, sedangkan bagian dalam dinding lambung menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi dinding lambung dari abrasi asam lambung, dan dapat beregenerasi bila cidera. Getah lambung ini dapat dihasilkan akibat rangsangan bolus saat masuk ke lambung. Getah lambung mengandung bermacam-macam zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas air. Getah lambung juga mengandung HCl/asam lambung dan enzim-enzim pencernaan seperti renin, pepsinogen, dan lipase.

Asam lambung memiliki beberapa fungsi berikut.
  • Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah lambung, misalnya pepsinogen diubah menjadi pepsin. Enzim ini aktif memecah protein dalam bolus menjadi proteosa dan pepton yang mempunyai ukuran molekul lebih kecil.
  • Menetralkan sifat alkali bolus yang datang dari rongga mulut.
  • Mengubah kelarutan garam mineral.
  • Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat  membunuh kuman yang ikut masuk ke lambung bersama bolus.
  • Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung dan usus dua belas jari.
  • Merangsang sekresi getah usus.
Enzim renin dalam getah lambung berfungsi mengendapkan kasein atau protein susu dari air susu. Lambung dalam suasana asam dapat merangsang pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin ini berfungsi memecah molekul-molekul protein menjadi molekul-molekul peptida. Sementara itu, lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Selanjutnya, kimus akan masuk ke usus halus melalui suatu sfinkter pilorus yang berukuran kecil. Apabila otot-otot ini berkontraksi, maka kimus didorong masuk ke usus halus sedikit demi sedikit.

Usus halus
Usus halus merupakan saluran berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyak lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini berfungsi memperluas permukaan usus halus yang berpengaruh terhadap proses penyerapan makanan. Lakukan eksperimen berikut untuk mengetahui pengaruh lipatan terhadap proses penyerapan. Usus halus terbagi menjadi tiga bagian seperti berikut:
  • duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm,
  • jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m,
  • ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.
Kimus yang berasal dari lambung mengandung molekul-molekul pati yang telah dicernakan di mulut dan lambung, molekul-molekul protein yang telah dicernakan di lambung, molekul-molekul lemak yang belum dicernakan serta zat-zat lain. Selama di usus halus, semua molekul pati dicernakan lebih sempurna menjadi molekul-molekul glukosa. Sementara itumolekul-molekul protein dicerna menjadi molekul-molekul asamamino, dan semua molekul lemak dicerna menjadi molekul gliserol dan asam lemak. Pencernaan makanan yang terjadi di usus halus lebih banyak bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim diperlukan untuk membantu proses pencernaan kimiawi ini. Hati, pankreas, dan kelenjar-kelenjar yang terdapat di dalam dinding usus halus mampu menghasilkan getah pencernaan. Getah ini bercampur dengan kimus di dalam usus halus. Getah pencernaan yang berperan di usus halus ini berupa cairan empedu, getah pankreas, dan getah usus.

Cairan Empedu
Cairan empedu berwarna kuning kehijauan, 86% berupa air, dan tidak mengandung enzim. Akan tetapi, mengandung mucin dan garam empedu yang berperan dalam pencernaan makanan. Cairan empedu tersusun atas bahan-bahan berikut.
  • Air, berguna sebagai pelarut utama.
  • Mucin, berguna untuk membasahi dan melicinkan duodenum agar tidak terjadi iritasi pada dinding usus.
  • Garam empedu, mengandung natrium karbonat yang mengakibatkan empedu bersifat alkali. Garam empedu juga berfungsi menurunkan tegangan permukaan lemak dan air (mengemulsikan lemak).Cairan ini dihasilkan oleh hati.
Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar dalam tubuhyang beratnya ± 2 kg. Dalam sistem pencernaan, hati berfungsi sebagai pembentuk empedu, tempat penimbunan zat-zat makanan dari darah dan penyerapan unsur besi dari darah yang telah rusak. Selain itu, hati juga berfungsimembentuk darah pada janin atau pada keadaan darurat, pembentukan fibrinogen dan heparin untuk disalurkan ke peredaran darah serta pengaturan suhu tubuh. Empedu mengalir dari hati melalui saluran empedu dan masuk ke usus halus. Dalam proses pencernaan ini, empedu berperan dalam proses pencernaan lemak, yaitu sebelum lemak dicernakan, lemak harus bereaksi dengan empedu terlebih dahulu. Selain itu, cairan empedu berfungsi menetralkan asam klorida dalam kimus, menghentikan aktivitas pepsin pada protein, dan merangsang gerak peristaltik usus.

Getah Pankreas
Getah pankreas dihasilkan di dalam organ pankreas. Pankreas ini berperan sebagai kelenjar eksokrin yang menghasilkan getah pankreas ke dalam saluran pencernaan dan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini dikeluarkan oleh sel-sel berbentuk pulau-pulau yang disebut pulau-pulau langerhans. Insulin ini berfungsi menjaga gula darah agar tetap normal dan mencegah diabetes melitus.Getah pankreas ini dari pankreas mengalir melalui saluran pankreas masuk ke usus halus. Dalam pankreas terdapat tiga macam enzim, yaitu lipase yang membantu dalam pemecahan lemak, tripsin membantu dalam pemecahan protein, dan amilase membantu dalam pemecahan pati.
Getah Usus
Pada dinding usus halus banyak terdapat kelenjar yang mampu menghasilkan getah usus. Getah usus mengandung enzim-enzim seperti berikut.
  • Sukrase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
  • Maltase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan maltosa menjadi dua molekul glukosa.
  • Laktase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
Enzim peptidase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan peptida menjadi asam amino. Monosakarida, asam amino, asam lemak, dan gliserolhasil pencernaan terakhir di usus halus mulai diabsorpsi atau diserap melalui dinding usus halus terutama di bagian jejunum dan ileum. Selain itu vitamin dan mineral juga diserap. Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, penyerapannya bersama dengan pelarutnya, sedangkan vitamin yang larut dalam air penyerapannya dilakukan oleh jonjot usus.
 
Penyerapan mineral sangat beragam berkaitan dengan sifat kimia tiap-tiap mineral dan perbedaan struktur bagian-bagian usus. Sepanjang usus halus sangat efisien dalam penyerapan Na+, tetapi tidak untuk Cl, HCO3
dan ion-ion bivalen. Ion K+ penyerapannya terbatas di jejunum. Penyerapan Fe++ terjadi di duodenum dan jejunum. Proses penyerapan di usus halus ini dilakukan oleh villi (jonjot-jonjot usus). Di dalam villi ini terdapat pembuluh darah, pembuluh kil (limfa), dan sel goblet. Di sini asam amino dan glukosa diserap dan diangkut oleh darah menuju hati melalui sistem vena porta hepatikus, sedangkan asam lemak bereaksi terlebih dahulu dengan garam empedu membentuk emulsi lemak. Emulsi lemak bersama gliserol diserap ke dalam villi. Selanjutnya di dalam villi, asam lemak dilepaskan, kemudian asam lemak mengikat gliserin dan membentuk  lemak kembali. Lemak yang terbentuk masuk ke tengah villi, yaitu ke dalam pembuluh kil (limfa).

Melalui pembuluh kil, emulsi lemak menuju vena sedangkan garam empedu masuk ke dalam darah menuju hati dan dibentuk lagi menjadi empedu. Bahan-bahan yang tidak dapat diserap di usus halus akan didorong menuju usus besar (kolon).

Usus besar
Usus besar atau kolon memiliki panjang ± 1 meter dan terdiri atas kolon ascendens, kolon transversum, dan kolon descendens.Di antara intestinum tenue (usus halus) dan intestinum crassum (usus besar) terdapat sekum (usus buntu). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut appendiks (umbai cacing) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas. Zat-zat sisa di dalam usus besar ini didorong ke bagian belakang dengan gerakan peristaltik. Zat-zat sisa ini masih mengandung banyak air dan garam mineral yang diperlukan oleh tubuh. Air dan garam mineral kemudian diabsorpsi kembali oleh dinding kolon, yaitu kolon ascendens. Zat-zat sisa berada dalam usus besar selama 1 sampai 4 hari. Pada saat itu terjadi proses pembusukan terhadap zat-zat sisa dengan dibantu bakteri Escherichia coli, yang mampu membentuk vitamin K dan B12. Selanjutnya dengan gerakan peristaltik, zat-zat sisa ini terdorong sedikit demi sedikit ke saluran akhir dari pencernaan yaitu rektum dan akhirnya keluar dengan proses defekasi melewati anus.

Defekasi diawali dengan terjadinya penggelembungan bagian rektum akibat suatu rangsang yang disebut refleks gastrokolik. Kemudian akibat adanya aktivitas kontraksi rektum dan otot sfinkter yang berhubungan mengakibatkan terjadinya defekasi. Di dalam usus besar ini semua proses pencernaan telah selesai dengan sempurna.

Monday, July 16, 2012

Kail Atau Ikan....Yang Mana Ya?


“Duh, kok kemaraunya gak berhenti-berhenti yah”, keluh Kaka si kancil.
“Iya nih”, jawab Kuri si kura-kura lirih, “kalau begini terus dua tiga hari lagi persediaan makanan kita bakal habis.”
Kaka dan Kuri memang tinggal bersama. Mereka membuat rumah yang cukup nyaman di dalam sebuah gua kecil. Di sekitar gua sejatinya banyak ditumbuhi tanaman-tanaman yang menjadi pengisi perut mereka sehari-hari. Namun sayangnya, sejak beberapa minggu terakhir ini, panas yang berkepanjangan melanda, sehingga sedikit demi sedikit tanaman yang ada mati kekeringan.
“Coba kita bisa memancing seperti pak Beri Beruang”, lanjut Kuri, “pastinya kita tidak perlu pusing seperti ini.”
BRAKKKK!!!!
Kaka tiba-tiba meloncat dari kursinya hingga tidak sengaja menjatuhkan kursi tersebut.
“Aku ada ide!”, teriak Kaka dengan semangat ’45.
“Ada ide ya ada ide”, gerutu Kuri yang sempat jantungan gara-gara ulah Kaka tadi, “tapi jangan bikin aku mati muda dong.”
“Dengar dulu”, potong Kaka sebelum Kuri melanjutkan omelannya. “Bagaimana kalau kita minta ikan ke pak Beri? Kan seringkali dia dapat ikan banyak, yang lebih dari jatah makan perut gendutnya. Pasti bakal diberi deh.”
“Memangnya kita akan minta-minta ikan terus ke dia? Lama-lama juga pasti pak Beri gak akan mau memberi ikan ke kita.”, jawab Kuri sambil membetulkan kursi yang tadi terjatuh. Lanjutnya, “Lebih baik kita minta diajari cara memancing ikan saja.”
“Ah, tahu sendiri kan pak Beri seperti apa sifatnya”, tukas Kaka. “Galak. Bicaranya keras, tapi susah dicerna maksudnya. Mendingan minta langsung aja. Lagipula aku malas kalau harus belajar segala.”
Kaka melangkah mendekati jendela. Matanya berbinar-binar nakal.
“Nanti aku akan cari alasan yang berbeda setiap harinya agar pak Beri mau memberikan ikan kepadaku.”, katanya. “Gimana Kur, setuju tidak?”
Kuri termenung. Di satu sisi, ia membayangkan nikmatnya duduk santai di tepi jalan setapak ke sungai sambil menunggu pak Beri lewat membawa hasil pancingannya. Ia kenal Kaka sejak lama. Kawannya yang cerdas ini pasti dapat menemukan cara untuk membuat satu dua ikan pak Beri berpindah tangan.
Di sisi lain, ia tidak ingin hanya berpangku tangan dan bergantung kepada binatang lain. Ia juga ingin dapat memancing ikan sendiri sehingga tidak kebingungan apabila suatu saat kemarau datang lagi.
“Hei, kok malah melamun”, ujar Kaka sambil mendorong pelan tempurung Kuri.
“Aku tidak ikutan deh”, jawab Kuri.
“Loh kok…”
“Iya, aku ingin coba memancing saja. Pasti terasa lebih lezat kalau ikannya hasil pancinganku sendiri”.
Mata Kaka tercenung. Ia menatap tajam ke arah Kuri. Beberapa detik kemudian ia tertawa terbahak-bahak.
“HAHAHAHAH!!! Kamu bercanda kan? Memangnya kamu mau belajar darimana? Pak Beri? Bisa tambah lapar kalau kamu kelamaan ngobrol dengan dia!”, kata Kaka lantang. “Lagipula”, lanjutnya, “semua binatang di hutan ini kan tahu kalau kamu itu lambat berpikirnya.”
Kuri tersenyum mendengar sindiran Kaka.
“Biar saja”, jawabnya. Pede. “Aku yakin kalau aku berusaha pasti aku akan bisa”.
Begitulah. Keesokan harinya, Kuri mulai mengikuti dan mengamati pak Beri yang sedang memancing. Ia kemudian mencoba untuk membuat tongkat pancingnya sendiri dan menanyakan kepada pak Beri, apakah kailnya sudah benar atau belum. Dengan tekun ia berusaha memahami apa maksud perkataan pak Beri hingga akhirnya ia berhasil membuat tongkat pancing yang kuat dan kokoh.
Si kancil? Sesuai rencananya, Kaka menunggu di ujung jalan hingga pak Beri lewat dan mengiba-iba kepadanya untuk meminta seekor ikan hasil tangkapannya. Dasar cerdik, pak Beri pun tidak kuasa menolak permintaannya.
“Lihat nih,” ujar Kaka pada Kuri sesampainya di rumah, “ikan pemberian pak Beri. Besar bukan? Pasti lezat jika dibumbu rujak dan dimakan dengan sambal mangga. Mana ikanmu?”
Kuri menunjukkan kail buatannya dengan bangga.
“Nih”, katanya sambil tersenyum. “Hari ini aku memang belum bisa membawa ikan, tapi aku sudah bisa membuat tongkat pancingku sendiri.”
“Terserahlah,” tukas Kaka. “Kok mau-maunya sih repot begitu.”
Hari demi hari berlalu. Kuri terus berusaha untuk belajar tehnik memancing ikan dari pak Beri. Mulai dari memilih umpan, mencari tempat yang banyak ikannya, hingga cara menarik ikan agar tidak terlepas dari kaitannya. Kaka pun melalui hari-harinya dengan seribu satu alasan untuk dapat menaklukkan hati pak Beri.
Lama kelamaan, pak Beri pun jenuh. Ia tidak mau lagi memberikan ikannya kepada Kaka meskipun Kaka sudah memohon sambil berguling-guling di tanah. Sebaliknya, Kuri semakin ahli dalam memancing dan sudah dapat menangkap ikan sendiri. Melihat Kaka yang menangis tersedu-sedu karena tidak mendapatkan makanan hari itu, Kuri pun membagikan ikan hasil tangkapannya pada Kaka.
“Tuh kan, benar yang aku bilang”, kata Kuri bijak. “Lebih baik kita berusaha sendiri daripada selalu bergantung kepada orang lain. Meskipun kelihatannya susah, jika terus mencoba, pasti kita akan bisa.”
Kaka mengangguk perlahan. Kali ini dia setuju dengan pendapat Kuri.

Yatim Piatu

Ada seorang laki-laki masuk ke masjid di luar shalat fardhu. Ia menemukan seorang anak kecil yang berumur 10 tahun sedang melakukan shalat sunnah degan khusyu’. Kemudian lelaki tu menunggu anak kecil menyelesaikan shalatnya. Setelah itu ia mendatanginya dan mengucapkan salam, lalu bertanya: ” Wahai anak, kamu putra siapa?”. Anak itu hanya menundukkan kepalanya dan meneteskan air mata. Lalu ia mengangkat kepalanya dan berkata: “Wahai paman, saya anak yatim piatu, tidak berbapak dan tidak memiliki ibu”.
Laki-laki itu tertegun dan muncul rasa kasihan. Ia berkata: “Apakah engkau mau ku angkat sebagai anak angkatku?”. Anak kecil tadi balik bertanya: “Apakah jika saya lapar engkau akan memberi saya makan ?”. Laki-laki itu lalu menjawab: “Ya”. Si anak bertanya lagi: “Apakah jika saya telanjang engkau akan memberi saya pakaian ?”. Laki-laki itu menjawab: “Iya”. Si anak bertanya lagi: “Apakah jika saya sakit engkau akan menyembuhkan saya ?”. Laki-laki itu menjawab: “Itu tidak mungkin”. Si kecil bertanya lagi: “Apakah jika saya mati engkau mampu menghidupkan saya lagi ?”. Laki-laki itu kembali menjawab: “Itu jelas tidak mungkin!”. Si kecil lalu berkata: “Wahai paman, kalau begitu tinggalkanlah saya sendiri dengan Tuhan Yang Menciptakan saya, Yang memberi saya petunjuk, Yang memberi saya makan dan minum, Yang menyembuhkan saya saat saya sakit, Yang mengampuni dosa saya di hari akhir”. Laki-laki itu lalu terdiam membisu, ia kagum terhadap jawaban anak kecil itu. Lalu ia pun meninggalkannya dan berkata: “Saya percaya Allah, barang siapa bertawakkal pada-Nya niscaya akan dicukupkan segala kebutuhannya”.

Nadia

Nadia mengeluh kepada kekasihnya, setiap kali nadia bertanya kepada tunangannya..
“kenapa sih kamu kok bisa cinta aku??” tunangannya hanya menjawabnya dengan senyuman, bukan sekali atau dua kali, namun puluhan kali nadia tetap mendapat jawaban yang sama..
suatu sore nadia tengah duduk sambil bercerita ala para wanita bersama teman temannya.

Fina,Angel, dan Aqila..
nadia iri terhadap teman-temannya, mereka selalu punya alasan mengapa tunangannya mereka memiliki alasan setiap kali ditanya “kenapa kamu cinta aku”..

Fina suka bilang, suka sama dia karena Fina orangnya cantik

sedangkan Angel, dia cinta Angel karena Angel anaknya BAIK, ASIK, dan tentu saja cantik

kemudian Aqila, aqila bilang.. “ suka sama aku gara2 denger aku jadi vokalis band di kampus, katanya sih suaraku bagus dan unik., dia selalu bilang.. “bersyukurnya aku, Istri BAIK, CANTIK, PINTER NYANYI LAGI…”



Sedangkan Nadia.. lagi dan lagi tidak punya jawaban.. karena tunangannya tidak pernah mengatakannya..,,
nadia kecewa.. “Beararti tunangannya tidak mencintaiku lagi” !!! nadia mengambil garis besar dari apa yang di alaminya.. mereka semua punya alasan.. sedangkan kamu enggak pernah punya… .. kekasihnya hanya diam.. dia seperti ingin mengatakan sesuatu kepada nadia.. tapi nadia tidak memberinya kesempatan.. nadia melangkah penuh rasa kesal..


Suatu hari nadia pergi keluar kota bersama teman2nya.. jalanan penuh dengan kabut tebal.. hujan turun sangat lebat.. nadia kehilangan control mobilnya.. mobil terjun bebas kedalam jurang..

Gelap..

sunyi..

hilang..

nadia tersadar dalam keadann yang berbeda, Wajahnya penuh luka gores yang dalam, bekasnya membuat nadia menjerit sejadi jadinya..

tapi lagi lagi nadia tidak bisa menjerit seperti biasa, lidahnya kelu… dokter masih kesulitan mengobati saraf lidah miliknya.. ada sesuatu yang salah pada lidah nadia.. ia tidak bisa menggubakannya untuk berbicara..

Belum habis kesedihannya.. saat akan melangkah nadia kesakitan.. karena kedua kakinya di Gips.. ia mengalami patah tulang parah akibat tergencet Dashbor mobilnya.. beruntung orang tuanya tidak mengijinkan dokter untuk mengamputasi kedua kaki nadia..

Nadia benar2 terpukul..

Di tempat pemulihan, nadia yang tengah duduk diatas kursi roda.. memandangi hijaunya lembah yang bergurat hebat 4 bulan sudah nadia berada disana, namun nadia belum merasakan perkembangan yang menggembirakan.. kakinya masih saja lumpuh.. lidahnya masih belum mampu berrkata sepatah-pun.
sedangkan wajahnya.. hingga hari itu, nadia enggan melihat cermin…

Suatu pagi , seorang pemuda datang, ia menghampiri nadia di tempatnya biasa duduk. karena nadia belum bisa berbicara, nadia hanya menulis ucapannya pada selembar kertas..

“Kenapa kamu kesini??

“aku kesini pengen ketemu kamu Nad..”

“kemana aja kamu selama ini?? kamu malu ya punya mantan calon istri yang Cacat??

pemuda itu tersenyum.. “aku enggak malu nad


“kenapa kamu punya fikiran buat ketemu aku lagi, bukannya dulu aku udah marahin kamu, apalagi sekarang aku Cacat, aku Buruk dan sudah enggak bisa apa-apa lagi.. aku udah enggak berarti..” nadia menangis…

pemuda itu memandang lekat wajah nadia..

“kamu tau nad, Dulu , aku enggak bisa menjawab ketika kamu selalu bertanya , mengapa aku mencintai kamu… kalau dulu kukatakan aku mencintai kamu karena kamu pandai bernyanyi, tentu setelah keadaan kamu seperti sekarang, tidak ada alasan lagi bagiku mencintai kamu, kalau kukatan aku mencintaimu karena kamu pandai manari, masih adakah cintaku setelah kakimu tidak dapat digerakkan lagi, setidaknya sekarang??? dan kalu kukatakan karena wajahmu yang cantik dan menarik, tentu cintaku hilang setelah wajahmu cacat dan jelek..

“Jadi.. Dari dulu sampai sekarang hingga Nanti. Aku mencintaimu tanpa Alasan.. “aku mencintai apa adanya kamu”

Nadia menangis ..terharu

Cinta adalah.. Memberi… memberi… dan memberi.. cinta yang murni tidak pernah meminta, tidak pernah menuntut, ia hadir tanpa pamrih, ia penuh dengan keiklasan…
Dengan cinta hidup terasa manis.. indah dan sempurna..
ingat tidak saat masih pacaran.. pacar jerawatan dibilang sebersih embun, badan pacar gendut dibilang seksi dan menawan.. dan banyak lagi pembenaran lainnya.. tapi banyak diantaranya setelah menikah,, semua itu seperti lenyap.. kenpa?? “karena kita memiliki alasan….”

AKU MENCINTAIMU KARENA AKU TAK MEMPUNYAI SATUPUN ALASAN..
BEGITU JUGA AKU.. AKU TAK MEMILIKI SATUPUN ALASAN UNTUK MENINGGALKANMU..

JANGAN BERI AKU ALASAN UNTUK MENCINTAIMU… KARENA KELAK AKU AKAN MENINGGALKANMU DENGAN ALASAN ITU…

4 Buah Lilin

Alkisah, ada 4 BUAH LILIN yang menyala, Sedikit demi sedikit lilin-lilin itu habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan antar mereka.
Lilin yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku. Maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin pun padam.
Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:
“Ekh… apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
“Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya”
“Akulah HARAPAN.”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Sahabat! Kita bisa ambil hikmah dari cerita ini. Apa yang tidak pernah mati dalam hati kita hanyalah HARAPAN. Dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!
Oleh karena itu, sahabat! Janganlah kita kubur harapan yang ada dalam diri kita. Jagalah ia agar tetap selamanya menyala. Agar ketika iman kita melemah, cinta kita pudar, damai kita hilang. Dengan harapan yang bergelora dalam diri ketiganya bisa kita nyalakan kembali.
Tapi tentu saja kita perlu ingat. Kita tidak cukup hanya mengandalkan lilin harapan. Karena sebatas harapan bukanlah berarti apa-apa. Benar memang kita harus hidup dengan harapan, tetapi kita tidak bisa hidup hanya menggantung pada harapan semata. Adalah baik untuk berharap yang terbaik. Tetapi hal itu tidaklah cukup. Kita tidak bisa hanya berharap. Kita harus bertindak. Kita harus menyalakan kembali lilin-lilin lain. Yakni lilin Cinta, lilin Damai, dan lilin Iman dengan sebuah tindakan nyata.
“Nyalakan terus harapan dalam diri. Jangan biarakan ia padam. Teruslah menyala hingga kau dapati tindakannmu dalam damai, dalam cinta dan dalam iman”

Thursday, July 5, 2012

Mail Merge Termudah


Jika Anda harus membuat surat dengan format atau konsep yang sama dengan menggunakan microsoft word yang akan ditujukan kepada banyak penerima, Anda tidak perlu membuat surat tersebut satu demi satu pada lembar microsoft word yang memang akan sangat merepotkan.
Dengan fasilitas mail merge, Anda perlu membuat satu konsep surat dan daftar alamat tujuan kemudian menghubungkannya dan semua surat tersebut siap untuk Anda cetak.

Selain untuk membuat surat seperti diatas, mail merge juga banyak digunakan untuk membuat sertifikat dalam jumlah yang banyak.

Cara menggunakan Mail Merge, bisa Anda lihat melalui contoh berikut ini :

Buka lembar kerja baru Microsoft Word dan ketikkan Surat dengan format seperti berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpmLaHwIYR-95an2UXJLWhOET0jW0SRc1_YliCvOGaBuEcpTGxVzxXfXHr0VguehaIyKwEcVJet_4RK-H1PksY2ZhlpXivN_1IggIkLQ3fvP47DLtp3UJRMH4k1-Noo7daCjv_lEd0NsFZ/s400/50+1.png
dari format surat seperti itu kita mendapati bahwa yang akan berubah disetiap surat dengan penerima yang berbeda adalah Nomor Surat dan Alamat Tujuan Surat.

Sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui bahwa fasilitas Mail Merge Microsot Word ada pada Tab Mailings dengan tampilannya seperti ini :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQgrzHzZM82UjTVl8iaTDDQPPeaDJi2ybVhLIyaFQX1foAB4VJFtsyLfnmwSvaN93SlbAN6eug7YEsy6gte_T2sCIJHtNYSGA0dYJCHa2KvjNRVG88TsOCMrb-_YrCWojKHu56d4XLnXi5/s640/50+2.png

Kalo sudah puas lihat-lihat, lanjut.... :-D

Jika format surat sudah siap, pada Tab Mailings di Group Start Mail Merge, klik Select Recipients dan pilih Type New List sehingga muncul dialog box New Address List seperti berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJDq3wnC9-2-N1Wdn62WYE77G14br8IfmGAQy2ve7-LzKTNdDnKkjDvK5cRpuuiVYiplbL9LEY8iZdSR7moaJ9zu_g0nRazZe7hBEFY0GiLx3cUCyCi5tCmczi3gm5PENpeDi3nP3cw3ub/s400/50+3.png

Klik pada Customize Columns, sehingga muncul dialog box berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYusytbPidKwhsalObgUGHL-8JhNMfQG07OmIJjA0caW03ozJXo5dqGfysZ5CgPF0iZq31dcOXsLNtHNkFNicgRaRqjfygsVbjAH80x6KFnUK-T-BCXs0SazepfAzKfKYEOE2hOqXgNbMB/s320/50+4.png

Daftar Field Names tersebut adalah nama-nama kolom pada dialog box New Address List. Ingat, bahwa yang kita butuhkan untuk membuat surat seperti konsep diatas adalah Nomor Surat dan Alamat Tujuan Surat.

Untuk mempermudah pekerjaan kita dalam melakukan input data, Nomor Surat dan Alamat Surat Tujuan akan kita buat dalam beberapa kolom sehingga akan menjadi : Nomor Surat adalah Field Nomor dan Alamat Tujuan Surat terdiri atas Field Alamat (bersisi nama jalan), Field Desa, Field Kabupaten, Field Propinsi, Field Kode Pos.

Gantilah semua Field Names tersebut dengan data yang kita butuhkan yaitu Nomor Surat dan Alamat Tujuan Surat. Caranya, Anda bisa menghapus semua field names tersebut satu persatu dengan cara klik Delete kemudian memasukkan Field Names baru sesuai dengan yang Anda butuhkan dengan klik pada Add dan masukkan nama field yang Anda inginkan.

Cara yang akan kita lakukkan adalan dengan melakukkan Rename pada Field Names yang ada. klik Rename sehingga muncul dialog box Rename Field seperti berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2DR3KT7qvXAWva8YsPGYXhF4NGpTDNkrq_XueXHDoqyVoCemy_puGXZOJ-qwNjiWmwLF4ehY8k4hR2mVYJY1ozh1p2OeMTGOOgFn2rXrxBC6RgF1cDN6dmz0rnNtQiVu2nUeeaWk3F8wC/s320/50+5.png

Ganti Kata Title dengan Nomor dan klik OK. Lakukan cara yang sama pada Field Names lainnya dan lakukan Delete pada field yang tidak Anda butuhkan. Sehingga jika Field Names yang Anda butuhkan telah ada semuanya maka tampilan dialog box Customize Address List akan seperti berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUmlB2zkeTQ4SBDwouKO_dKADSUdqV5aiBNmVt0fidbF8lJaLwL3A5RdyR7LrWai01EfdFWCyqUWqyXbXu1VVOFTzDLaLhynKVdxdj5IBWf4ixRmHMo_MEf2WpCwC_0j-W_ebkONYZ_RQe/s320/50+6.png

Kemudian klik OK, dan masukkan data Nomor Surat dan Alamat Tujuan Surat pada Field yang telah Anda buat seperti berikut ini :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiG32teCSjMQrX0gr9nKHulKXCRm0ITQdRe0l60rJnEDSUjp0ikIFoakYit-1VcxThni6WNRclLmdpmwxYfADx-_AC3_WqI28susjJvjrPX-g4RgGpD7TEnrBOXxy8nH268PFS2R0DwOPNv/s640/50+11.png


Setelah selesai menginput semua data yang dibutuhkan, klik OK. Anda akan diminta untuk menyimpan data yang telah Anda buat tersebut, pilih lokasi penyimpanan dan klik SAVE.

Langkah selanjutnya adalah memasukan semua data tersebut ditempat yang sesuai pada format surat yang telah dibuat sebelumnya.

Tempatkan kursor dimana kita kan meletakkan Nomor Surat, kemudian klik pada Insert Merge Field pada grup Write And Insert Field, kemudian pilih Nomor. lakukan cara yang sama pada field Nama, Alamat, Desa, Kabupaten, Propinsi dan Kode Pos, sehingga tampilan surat kita akan menjadi seperti berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8dNzlb1DF5_U_hjFJVRQ2aEK6Bv_q1yHx_MQajvY6En2It1mkeNLnIBbMHkjUkCnfNZBsWyAxqeOEzjQ-RHGQ3lN-_aq34huTYSSMaXW6OEfduKy6XR4PO-owNYJVOwWlvS6SeB6w3AVm/s640/50+8.png
Kemudian klik Preview Results pada grup Preview Resuts untuk menampilkan data.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyMehdauUMoncdgnLW149qL8JznPCk9ygw76Esie9HkkOcfNB3OcYt2EXggj3WWAAvFRVhkDYtsJPn-jjDgNmDcEqWmTMHEf0JGBrtUZBDQkGuFaWfpJSXIIdaqmD_CnRetGug-TE_VTvr/s320/50+9.png

Bagian yang dilingkari tersebut adalah untuk navigasi data. Angka 1 berarti akan menampilkan data pada record ke-1 dari  data Nomor Surat dan Alamat Tujuan Surat.

Langkah terakhir adalah melakukan pencetakan surat.

Pada grup Finish, klik Finish Merge dan pilih Print Documents, sehingga muncul dilaog box berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjt9aFp8zbDexzGEBhU5brrOjxRAXvvJUyRG7bPu5oFfuP6pUYBXY331Owz62tTGN2_L-O6EqoMm9DY5W6K9SE1RqDlRvC9UUZLXuv_Z_fTuL9Vc5XgiZlbX6IJjasYut4jWTRP-xxSGceP/s320/50+10.png

Pilih All jika anda ingin mencetak semua surat, pilih Current Record jika Anda hanya ingin mencetak Surat dengan record yang aktif, atau pilih From jika anda ingin mencetak surat dengan record tertentu dan masukkan nomor record yang Anda inginkan.

Kemudian klik OK. . . . . . . SELESAI !!!

Photo Kami

Blog Ini Dibiayai Oleh :

Education
Academics

Toko Murah Online

Tolong di KLIK Iklannya SATU KALI

Join Di Facebook